KESIMPULAN JURNAL TENTANG PENGARUH USER GENERATED CONTENT TERHADAP SOSMED ATAU KEGIATAN BISNIS, PENGARUH TAGLINE TERHADAP PEMBELIAN / PENJUALAN / BRAND AMABASADOR / BRAND IMAGE, DAN PERINGKAT SUATU TAG LINE OR TAGAR
Tema Jurnal 1 : Pengaruh User Generated Content terhadap sosmed atau kegiatan bisnis
Identitas jurnal 1
Judul Jurnal:
PENGGUNAAN USER GENERATED CONTENT(UGC) TIKTOK DALAM DUNIA KESEHATAN
Penerbit :
Institut Agama Islam Negeri Bone
Volume : 7
Nomor : 2
Tahun : 2021
Penulis : A.Nur
Aisyah Rusnali
Instansi
: Institut Agama Islam Negeri Bone
LATAR
BELAKANG
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan User Generated Content(UGC) Tiktok dalam dunia kesehatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang akan
memaparkan situasi ataupun peristiwa dan tidak menjelaskan hubungan serta tidak
menguji hipotesis. Sumber utama dalam penelitian ini adalah video tentang
konten kesehatan pada aplikasi Tiktok yang diambil dengan teknik Purposive
Sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi dan
dokumentasi. User Generated Content(UCG) telah memberikan kesempatan kepada
praktisi kesehatan untuk berbagi informasi seputar kesehatan kepada orang
banyak tanpa harus bertemu secara face to face.Dimasa pandemi seperti sekarang
ini, masyarakat tentunya membutuhkan banyak informasi dan edukasi terkait
maslaah kekesehatan. Dalam video tiktok yang dibuat oleh para konten creator,
video yang dibagikan terkesan ringan dan santai namun tidak mengurangi bobot
pesan. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa, kemajuan teknologi mampu
menjangkau dan mempertemukan seluruh lapisan masyarakat tanpa adanya batasan
ruang dan waktu.
LANDASAN
TEORI
Teknologi
dalam pengertian sempit lebih banyak diketahui oleh masyarakat saat ini.
Menurut pemahaman masyarakat, teknologi adalah ilmu yang melibatkan aspek-aspek
teknis seperti pengetahuan tentang teknik, peralatan teknik, mesin dan lain
sebagainya. Padahal sebenarnya teknologi memiliki pengertian yang cukup luas
serta tidak hanya melibatkan aspek-aspek teknis, melainkan juga melibatkan
aspek organisasi dan kebudayaan masyarakat setempat serta praktek dari
teknologi itu sendiri di masyarakat.
User
Generated Content (UGC) merupakan konten foto, suara, teks, animasi, dan video
yang diunggah oleh pengguna pada situs jejaring sosial. UGC biasa juga
diistilahkan dengan konten buatan pengguna.
SUMBER
DATA
Sumber
utama dalam penelitian ini adalah video kesehatan pada media sosial TikTok yang
dilakukan secara Purposive. Adapun teknik pengambilan data dilakukan melalui
observasi dan dokumentasi. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari
hasil kajian peneliti lain yang memberikan gambaran, analisis, serta evaluasi
informasi yang relevan dengan penelitian ini.
IMPLEMENTASI
User
Generated Content(UCG) telah memberikan kesempatan kepada praktisi kesehatan
untuk berbagi informasi seputar kesehatan kepada orang banyak tanpa harus
bertemu secara face to face. Dimasa pandemi seperti sekarang ini, masyarakat
tentunya membutuhkan banyak informasi dan edukasi terkait maslaah kekesehatan.
Dalam video tiktok yang dibuat oleh para konten creator, video yang dibagikan
terkesan ringan dan santai namun tidak mengurangi bobot pesan.
Dunia
masih disibukkan dengan kegiatan adaptasi baru sebagai akibat dari Pandemi
COVID-19 yang terjadi. Munculnya berbagai akun dan konten baru di TikTok
tentang kesehatan, menjadi salah satu rangkaian dari pandemi Covid-19.
Keterbatasan masyarakat untuk keluar dari rumah sampai pada stigma “ takut ke
Rumah Sakit”, tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi para Content Creator
dunia kesehatan di TikTok.
Menurut
O‟Hern & Kahle terdapat empat tipologi dari User Generated Content (UCG)
pada jaringan sosial, yaitu:
1. Informasi.
Dalam hal ini terdapat aktivitas yang menjadi proses pengguna dalam membuat
konten baik dalam hal memberikan pujian atau berupa kritik terhadap suatu
produk yang dapat dijangkau oleh jutaan pengguna lain tentang produk tersebut
dan terdapat unsur word-of-mouth(WoM) pada UGC yang dapat memberikan dampak
terhadap citra positif atau negatif dari suatu produk. eWOM merupakan suatu
bentuk pernyataan yang diberikan oleh calon konsumen terhadap suatu produk,
perusahaan, maupun review. Dimana pernyataan tersebut dapat bersifat positif
maupun negatif yang dipublikasikan melalui internet.
2. Co-Communicating,
merupakan proses inisiatif yang dilakukan dan hasilnya tergantung pada
kreativitas, persyaratan, dan citra dari peusahaan tersebut. Proses ini
dilakukan kepada sebuah perusahaan atau brand yang biasa disebut dengan user
generated advertising, biasanya diberikan dalam bentuk kontes.
3. Co-Creating,
adalah sebuah proses yang bergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah
motivasi dari partisipan. Dalam proses ini, pengguna dapat membuat sebuah
desain terkait dengan brand yang akan dipromosikan. Desain terpilih akan akan
diproduksi dan diluncurkan di masa depan.
4. Pelopor,
merupakan proses dimana konsumen tidak fokus membuat submisi yang ditujukan
untuk sebuah brand atau perusahaan, melainkan ditujukan untuk khalayak yang
berada di luar perusahaan tersebut. Oleh karena itu, unggahan UGC yang
dilakukan bersifat sukarela dan secara sadar oleh konsumen namun tidak disertai
dengan motif mendapatkan keuntungan.
Hasil
penelitian ini juga menunjukkan bahwa, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan
tayangan- tayangan UGC tentang produk kesehatan pada akun TikTok sangat tinggi.
Pada akun @tanyakandokter milik Dokter Jeffry yang membahas masalah kesehatan
reproduksi, program kehamilan, sampai pada pasca persalinan dibanjiri oleh komentar
dan pertanyaan netizen. UGC yang dibuat oleh para tenaga Profesional kesehatan
ini di TikTok tentunya memberikan banyak dampak positif. Tingkat kepercayaan
masyarakat pada produk kesehatan yang direview oleh tenaga professional
tentunya lebih besar dibandingkan review dari pengguna yang bukan tenaga profesioanl kesehatan.
Hal-hal
yang dilakukan oleh para Content Creator di TikTok dalam membuat UGC tentang produk kesehatan, diantaranya:
1. Branding
Sebelum
pembuatan konten, para pelaku UGC terlebih dahulu telah memahami betul brand
apa yang akan mereka promosikan. Misalnya, untuk brand kesehatan, tentunya
telah mereka cari tahu terlebih dahulu mengenai keamanan penggunaan, manfaat,
dan lain- lain. reputasi adalah hal yang dipertaruhkan dalam membuat branding
pada sebuah UGC.
2. Mengerti
target Audiens
Langkah
selanjutnya setelah menciptakan brand adalah mengerti target audiens yang akan
dituju. Hal ini penting karena berbeda target audiens tentu akan berbeda pula
cara penanganannya. Contoh sederhananya, bila target audiens yang ingin dituju
adalah anak muda, maka cara membuat videopun akan berbeda dengan video- video
yang ditujukan untuk usia parubaya.
3. Mencantumkan
sumber
Meskipun
para konten creator memang sudah memperoleh izin dari brand yang akan mereka review
dalam UGC, namun perlu untuk tetap mencantumkan sumber dari brand tersebut.
Pencantuman sumber dapat dilakukan dengan tag id media sosial, menuliskan
alamat website pengguna, menuliskan alamt URL untuk channel youtubenya, atau
dengan menyebutkan nama secara langsung. Dengan demikian, para Tiktokers
dinaggap saling menghargai dan akan lebih bersemangat untuk menggunakan UGC
untuk produk mereka yang lainnya.
Tema Jurnal 2: Folksonomy:
Pengaruh tagline terhadap pembelian / penjualan / brand amabasador / brand
image / dll
Identitas jurnal 2
Judul Jurnal: Kreatif
Hashtag (Analisis Deskriptif Makna Penggunaan Hashtag
Pada Iklan
Tokopedia #MulaiAjaDulu Di Youtube)
Penerbit : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Volume : 7
Nomor: 3
Tahun : 2018
Penulis : Kristina
Niya, Amanah Rakhim Syahida
Instansi: Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Tribhuwana
Tunggadewi
LATAR
BELAKANG
Pada tahun 2014 brand shampo pantene
merilis iklan yang hingga hari ini iklan tersebut masih tayang di beberapa
stasiun televisi nasional. Dengan bintang iklan adalah Anggun C. Sasmi selaku
salah satu brand ambassador pantene. Sepenggal kalimat yang menjadi ciri khas
dari iklan ini adalah “ aku, jadi duta shampo lain?”. Dari permasalahan diatas
maka muncul pertanyaan apakah slogan “ aku, jadi duta shampo lain?” pada iklan
shampo Pantene versi Anggun C. Sasmi berpengaruh terhadap pembentukan brand
awareness khalayak?
LANDASAN
TEORI
Iklan merupakan salah satu bentuk dari komunikasi pemasaran yang sudah tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pemasaran. ”Iklan yang menjadi bagian dari promosi berguna untuk memperkenalkan produk dalam berbagai bentuk dan berbagai media seperti cetak, elektronik dan online”. Saat ini sudah banyak produk yang menyelipkan slogan atau kalimat unik kedalam iklan produk. tagline adalah frasa ringkas yang mudah diingat dan biasanya terletak di akhir iklan untuk melengkapi penjelasan ide kreatif iklan. slogan iklan memiliki karakteristik yaitu sederhana (simple), mudah diingat (memoriable) serta memperkuat merk (strong). Tagline yang dapat mendukung pembentukan brand awareness. brand awareness merupakan kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat bahwa sebuah merek merupakan anggota dari kategori produk tertentu. brand awareness memiliki karakteristik seperti recognition, recall, purchase dan consumption.
SUMBER
DATA
Peneliti
mengambil 72 sampel dari 246 populasi mahasiswa
ilmu komunikasi yang aktif kuliah secara administrasi dan perkuliah sehari-hari
dan pernah melihat/mendengar iklan yang dimaksud oleh peneliti. Peneliti
mengumpulkan data melalui kuisioner dan sedikit wawancara dengan responden
sebagai metode bagi peneliti untuk meamhami jawaban kuisioner responden.
IMPLEMENTASI
Dalam
iklan pantene slogan “aku, jadi duta shampo lain?” adalah sebuah pesan lisan
yang diucapkan oleh bintang iklan. Pesan iklan yang kemas menarik dan mudah
diingat ini disajikan menjadi slogan yang ternyata setelah dilakukan penelitian
mempunyai efek yang positif terhadap pembentukan brand awareness pada khalayak
yang diuji. Dengan reputasi pantene yang sudah lama dikenal oleh masyarakat
Indonesia, maka slogan seperti ini menjadi sebuah alat pembaharuan untuk
membangun brand awareness konsumen agar tidak tergerus oleh produk pesaing. Jika menilai seberapa ampuh sebuah slogan
“ aku, jadi duta shampo lain?” terhadap pembentukan brand awareness khalayak,
maka hasil uji penelitian telah membuktikan dengan angka pasti yang tidak bisa
diganggu gugat yaitu sebesar 30,5%. n.
Hal ini memberikan sinkronasi antara slogan iklan untuk memperkuat brand shampo pantene. Karena sejatinya iklan
membutuhkan suatu slogan yang kuat dan berbeda agar dapat diingat sampai waktu
tidak ditentukan agar brand yang mengiklankan juga terus diingat secara mendalam.
Bahkan ketika slogan “aku, jadi duta shampo lain?”dilihat atau diperdengarkan
maka membangun kesadaran seseorang untuk mengkaitkan slogan itu dengan shampo
pantene.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Dari
hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa slogan “aku, jadi duta shampo
lain?” apda iklan pantene versi Anggun C.Sasmi memiliki pengaruh terhadap
pembentukan brand awareness khalayak. slogan
” aku, jadi duta shampo lain?” pada iklan shampo pantene versi Anggun C. Sasmi
yang sederhana mudah diingat sehingga mampu meperkuat brand shampo pantene itu
sendiri. Selain itu, terdapat juga efek dari iklan pantene dengan slogan “aku,
jadi duta shampo lain?” yang ternyata sampai pada tahap efek behavioral, karena
mampu menggerakkan perilaku untuk membeli produk shampo pantene tersebut. Dengan adanya kesadaran merk ini mendorong
khalayak untuk mencoba shampo pantene ini. Ketika merasa produk ini cocok
dengan sang pembeli maka timbul suatu keyakinan terhadap brand. Dengan demikian terjadilah pembelian serta
pemakain produk pantene secara berkelanjutan.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tema Jurnal 3: Taksonomi : terkait
peringkat suatu tag line or tagar
Identitas jurnal 3
Judul Jurnal: PENGARUH
SLOGAN “ AKU, JADI DUTA SHAMPO LAIN” PADA IKLAN PANTENE VERSI ANGGUN C. SASMI
TERHADAP PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS KHALAYAK
Penerbit : Fakultas
Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Volume : 3
Nomor: 1
Tahun : 2019
Penulis : Christian,
Gregorius Genep Sukendro
Instansi: Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Tarumanagara
LATAR
BELAKANG
Penelitian
ini adalah menemukan makna penggunaan hashtag yang ada pada iklan Tokopedia
#MulaiAjaDulu di youtube. Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi,
gagasan, dan pesan secara verbal maupun nonverbal dari seseorang ke orang lain.
Komunikasi Massa adalah bentuk komunikasi yang memanfaatkan saluran media baik
cetak, elektronik, maupun media cyber (online). Komunikasi pun dilakukan
terhadap promosi suatu produk menggunakan iklan. Iklan yang terus berkembang
dengan ide ide kreatif yang semakin menarik salah satunya penggunaan hashtag di
Iklan Tokopedia. Hasil dari penelitian ini penggunaan hashtag memiliki makna
yang di dapat yaitu penggunaan hashtag dalam sebuah iklan menurut penulis
karena hashtag yang bergeraknya di sosial media dan hashtag juga bisa dibuat oleh
siapapun yang menjadi sebuah topik yang hangat untuk diperbincangkan maka dari
itu dengan adanya tagar di awalan sebuah iklan tersebut hal ini membuat iklan
itu lebih mudah untuk dijangkau oleh targetnya. Penggunaan hashtag juga
memberikan kemudahan untuk penjual mencari tahu seberapa banyak iklan itu di
lihat, dan pemasaran menggunakan hashtag bisa lebih berkembang dari pemasaran
yang biasa dilakukan.
LANDASAN
TEORI
Komunikasi
merupakan proses penyampaian pesan, gagasan, dan informasi secara verbal dan
nonverbal dari seseorang. Komunikasi disebut juga suatu proses pertukaran
informasi antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda atau tingkah
laku.Pesan dari komunikasi massa yaitu dapat berupa peristiwa, fakta atau
opini. Hashtag merupakan kata kunci kecil yang ditandai dengan tanda pagar (#)
yang saat ini sangat popular. Hampir di semua situs media sosial menggunakan
hashtag. Penggunaan hashtag atau tanda pagar (#) memiliki makna dari kata-kata
yang terdapat dalam hashtag tersebut. Tokopedia yang merupakan salah satu
e-commerce terbesar di Indonesia. Dengan kampanye iklannya #MulaiAjaDulu yang
dihadirkan dalam serial video berdurasi pendek dengan bermacam versi yang dapat
di temukan di TV, youtube ,dll.
SUMBER
DATA
Penelitian
ini adalah menemukan makna penggunaan hashtag yang ada pada iklan Tokopedia
#MulaiAjaDulu di youtube. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik
wawancara, studi kepustakaan, penulusuran data online. Data penelitian yang
digunakan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
dan verifikasi.
IMPLEMENTASI
Pesatnya
pertumbuhan penggunaan hashtag ini menunjukan bahwa hashtag ini memiliki banyak
sekali manfaat dari sekedar memusatkan maupun mendorong sebuah percakapan, dan
hashtag yang saat ini bisa digunakan sebagai media promosi atau beriklan dengan
penggunaan makna kata yang unik. Hashtag digunakan untuk menggolongkan tema
atau topik yang lebih spesifik dalam media sosial, dan sisi lain dari hashtag
juga mempermudah orang lain untuk mencari topik yang saling berhubungan. Saat
ini penggunaan hashtag dengan slogan yang unik menjadi andalan dalam strategi
pemasaran banyak digunakan karena memudahkan sesorang dalam melalukan pencarian
dan menarik perhatian masyarakat.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan
dari hasil penelitian yang dilakukan penulis akan menjelaskan hasil temuan yang
sudah di dapat saat penelitian berlangsung. Hasil temuan ini di dapat melalui
hasil wawancara dengan para narasumber, berikut di bawah ini:
A. Youtube
sebagai media baru
Berdasarkan
hasil wawancara dengan Arsyad selaku creative head group Flock Company
Berdasarkan hasil wawancara yang penulis temukan dari media baru yang memiliki
pengertian bahwa media baru adalah berbagai alat perangkat komunikasi yang
memiliki beberapa jenis yang sama, yang mana selain baru dimungkinkan dengan
digitalisasi dan ketersediannya yang luas untuk pengguna pribadi sebagai alat
komunikasi Dari teori yang penulis pilih komunikasi yang diinginkan sesuai
karena komunikasi iklan lewat tv orang-orang bisa langsung mencari informasi
melewati sosial media karena lebih cepat dan mudah begitu sebaliknya jika iklan
di lakukan youtube yang salah satu media sosial ini bertujuan agar saat orang
tersebut telah melihat iklan tersebut, dan setelah melakukan pencarian akhirnya
informasi itu akan berkembang.
B. Gaya
dan jenis kata dalam iklan hashtag
Alternatif
gaya penyampaian pesan dan jenis kata pun memiliki beberapa jenis, yaitu:
1. Ekslporatif
Mengeksplorasi/mengulas
dengan tajam hakikat produk dan jasa dengan katakata yang akurat. Kata-kata
yang akan digunakan tidak boleh bermakna ganda, harus bermakna tunggal.
Ekplorisasi kata-kata yang dimaksud bertendensi itu menguatkan dan menunjukkan
fakta yang sebenarnya. Flock menerapkan hal tersebut dalam pemilihan gaya dan
jenis kata dalam #MulaiAjaDulu yang jenis katanya dipilih karena bahasa yang
digunakan tidak terlalu baku atau tidak terlalu kekinian.
2. Naratif
Gaya
bahasa dibikin semenarik mungkin dan pilihan katanya mengandung sebuah unsur
imajinasi dan membuai dengan tetap mengedepankan kebenaran dan fakta. Dalam
hashtag #MulaiAjaDulu yang bukan merupakan sebuah narasi hanya terdapat 3 kata
ini tetap memiliki gaya bahasa yang mengandung unsur imajinasi saat orang-orang
melihatnya.
3. Argumentasi
Iklan
Tokopedia ini memberikan argumentasi yang cukup mempengaruhi audience dengan
makna yang terkandung dalam #MulaiAjaDulu. Argumen yang mempengaruhi audience
dengan kalimat yang digunakan adalah sebuah gerakan untuk mengajak orang-orang
melakukan apa yang dia inginkan tanpa keraguan.
4. Retoris
Retoris
yang ada dalam #MulaiAjaDulu dibuat dengan kebenaran dari riset yang sudah
dilakukan dan dari iklan ini tidak mengharapkan jawaban atau komentar, tetapi
iklan lebih dibuat untuk menyadarkan audience, gaya dan jenis kata yang dibuat
cukup sederhana tetapi mampu di mengerti orang banyak saat membaca.
C. Proses
kreatif dalam #MulaiAjaDulu
Tokopedia mengiinginkan sebuah kampanye iklan dengan komunikasi yang berbeda yang sebelumnya ‘sudah cek Tokopedia belum?’ dan ‘ciptakan peluangmu. Dari 2 materi komunikasi iklan itu agar orang-orang sudah bisa melakukan semuanya di Tokopedia, semua yang dibutuhkan konsumen ada di Tokopedia. Maka dari itu Flock sebagai agensi membuat kampanye iklan dari lanjutan iklan sebelumnya yaitu #MulaiAjaDulu. #MulaiAjaDulu dipilih karena lebih relevan, dan lebih mudah di mengerti satu Indonesia khususnya kata-kata digunakan dalam percakapan sehari-hari.
D. Makna
dalam penggunaan iklan hastag #
Penggunaan
hashtag bisa dikatakan sebagai ikon dari produk misalkan #MulaiAjaDulu itu
punya Tokopedia dan dalam makna hashtag ini memiliki maksud tersendiri bagi
penggunanya karena memang yang membicarakan hal ini biasanya itu orang bukan
brand, penggunaan hashtag itu digunakan oleh orang bukan brand. Sehingga
penggunaan hashtag itu sendiri biasanya lebih di kaitkan denggan pengguna media
sosial seperti twitter dan Instagram . Hashtag memiliki jangkauannya sangat
luas dan perannya sangat efektif di sosial media saat ini.

Komentar
Posting Komentar