Pengaruh dan Dampak Media Sosial Terhadap Kehidupan
Pengertian media sosial
Media sosial dapat
dipahami sebagai suatu platform digital yang menyediakan fasilitas untuk
melakukan aktivitas sosial bagi setiap penggunanya. Beberapa aktivitas yang
dapat dilakukan di media sosial, misalnya yaitu melakukan komunikasi atau
interaksi hingga memberikan informasi atau konten berupa tulisan, foto dan
video. Berbagai informasi dalam konten yang dibagikan tersebut dapat terbuka
untuk semua pengguna selama 24 jam penuh.
Media sosial sendiri
pada dasarnya adalah bagian dari pengembangan internet. Kehadiran beberapa
dekade lalu telah membuat media sosial dapat berkembang dan bertumbuh secara
luas dan cepat seperti sekarang. Hal inilah yang menjadikan semua pengguna yang
tersambung dengan koneksi internet dapat melakukan proses penyebaran informasi
atau konten kapan pun dan di mana pun.
Berdasarkan data dari Statista, sebanyak 4,2 miliar
orang menggunakan media sosial setiap hari. Sebanyak 54% dari jumlah tersebut
menggunakan media sosial untuk melakukan riset, menelusuri, dan membeli produk.
Jejaring sosial terkemuka biasanya tersedia dalam berbagai bahasa. Hal ini
memungkinkan para penggunanya untuk bisa terhubung dengan lebih banyak orang
dengan melintasi batas geografis, politik, atau ekonomi. Melansir dari
Statista, jumlah pengguna jejaring sosial di dunia diprediksi mencapai 3,96 miliar
pada 2022.
Pengertian media sosial
menurut ahli
Media sosial sebenarnya dapat disebut sebagai salah satu
fenomena populer yang banyak menarik perhatian orang-orang. Dalam beberapa
karyanya, para ahli telah memberikan berbagai definisi tentang teknologi yang
selalu dibutuhkan masyarakat sekarang ini. Berikut ini adalah pengertian media
sosial menurut pendapat para ahli, diantaranya yaitu:
1. B.K. Lewis (2010)
B.K. Lewis dalam karyanya yang berjudul Social Media and
Strategic Communication Attitudes and Perceptions among College Students yang
terbit pada tahun 2010 menyatakan, bahwa media sosial merupakan suatu label
yang merujuk pada teknologi digital yang berpotensi membuat semua orang untuk
saling terhubung dan melakukan interaksi, produksi dan berbagi pesan.
2. Chris Brogan (2010)
Selanjutnya, pada tahun 2010, Chris Brogan dalam bukunya
yang berjudul Social Media 101: Tactics and Tips to Develop Your Business,
menyebutkan bahwa media sosial adalah suatu perangkat alat komunikasi yang
memuat berbagai kemungkinan untuk terciptanya bentuk interaksi gaya baru.
3. Dave Kerpen (2011)
Sementara itu, Dave Kerpen dalam bukunya yang bertajuk
Likeable Social Media yang terbit pada tahun 2011 mengemukakan bahwa media
sosial memiliki definisi sebagai suatu tempat kumpulan gambar, video, tulisan
hingga hubungan interaksi dalam jaringan, baik itu antar individu maupun antar
kelompok seperti organisasi.
Pengguna Media Sosial
di Indonesia
Pengguna internet di Indonesia semakin meningkat seiring
dengan berkembangnya waktu. Berdasarkan data Internetworldstats menyebutkan
bahwa, pengguna internet Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa per Maret 2021.
Angka tersebut membuat Indonesia berada di posisi ketiga pengguan internet
terbanyak di Asia.
Sementara itu, berdasarkan hasil riset Wearesosial
Hootsuite yang dirilis pada Januri 2019, menyebutkan bahwa pengguna media
sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total penduduk.
Data tersebut mungkin sudah berubah seiring dengan berkembangnya media sosial di
Indonesia.
Beberapa manfaat Media Sosial
Ø
Memperluas lingkar
pertemanan.
Melalui media sosial, kita bisa bertemu dan berkenalan
dengan orang baru terutama ketika bergabung dengan suatu komunitas. Anda bisa
mencari komunitas yang berkaitan dengan hobi, pekerjaan, ataupun hal-hal yang
menarik minat Anda. Memperluas pertemanan tentu memikili banyak manfaat, karena
artinya Anda bisa belajar banyak hal dengan saling bertukar pikiran. Terutama
di masa pandemi seperti sekarang ini, ketika bertemu dengan teman-teman secara
langsung terasa sulit dilakukan, melalui media sosial Anda bisa dengan bebas
berkumpul seccara virtual dan tetap menjaga protokol kesehatan.
Ø
Penunjang bisnis
yang sedang dirintis.
Bagi orang-orang yang memiliki bisnis rumahan, media
sosial menjadi salah satu platform untuk mempromosikan produk-produk yang ia
jual. Tak sedikit nama-nama badan usaha kecil yang kini telah berkembang dan
dikenal banyak orang karena kerap memasarkan usahanya melalui media sosial.
Persebaran ulasan yang diberikan mengenai badan usaha tersebut juga menjadi
salah satu kunci agar dapat menarik lebih banyak calon pembeli.
Ø
Mendapat ilmu baru.
Tak hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang
lain ataupun menyebarkan konten-konten hiburan, media sosial juga kerap digunakan
untuk memberikan materi-materi edukatif, lho. Jika Anda sedang ingin
mempelajari sebuah ilmu baru, kini Anda bisa dengan mudah mencari tutorial
ataupun materi terkait melalui media sosial. Istimewanya lagi, Anda bisa
mendapatkan materi-materi tersebut tanpa perlu membayar alias gratis. Hal ini
tentu akan sangat menguntungkan bagi mereka yang ingin menambah skill namun
tidak sanggup mengikuti kelas khusus karena biayanya yang besar.
Ø Memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui sebaran informasi yang cepat, media sosial bisa
dijadikan sarana untuk mencari ataupun memberikan bantuan bagi siapapun yang
membutuhkan, mulai dari donasi hingga keperluan medis. Satu hal yang perlu Anda
ingat, sebelum memberikan bantuan ataupun menyebarkan kembali informasi yang
Anda temukan, pastikan postingan tersebut benar dan terpercaya, ya. Jangan
sampai niat membantu Anda justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak
bertanggung jawab.
Beberapa dampak dari penggunaan media sosial
Dampak Positif Media Sosial
Penggunaan media sosial memberikan dampak yang sangat
positif terutama dalam melakukan interaksi baik secara sosial, politik maupun
ekonomi. Penggunaan media sosial memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, baik
teman, keluarga yang tidak memungkinkan dilakukan melalui face to face karena
faktor jarak.
Kita dapat mengirimkan informasi-informasi yang
dibutuhkan dengan mudah dan cepat, begitu pula dalam mengakses informasi yang
kita butuhkan. Kita banyak dipertemukan teman atau keluarga yang sudah lama
tidak pernah bertemu melalui media sosial facebook. Media sosial dapat
dijadikan sarana untuk saling berbagi, saling bertukar foto, data dan dokumen
lainnya. Media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana promosi dengan
berbagai produk/jasa yang dapat ditawarkan kepada pengguna media sosial tanpa
harus mengeluarkan biaya yang besar tetapi dengan keuntungan yang berlipat
ganda. Jadi tidak heran kalau saat ini telah menjamur bisnis online melalui
media sosial, bahkan di kota-kota besar penggunaan komunikasi politik melalui
media sosial menjadi media yang cukup ampuh untuk mempengaruhi pasangan calon.
Dampak Negatif Media Sosial
Penggunaan media sosial juga dapat memberikan dampak
yang negatif terhadap masyarakat, seperti yang kita lihat sekarang media sosial
dijadikan media untuk menanamkan kebencian terhadap orang lain dengan
mengunggah kata-kata atau gambar yang tidak etis sehingga terbangun rasa tidak
senang dan benci terhadap seseorang, terutama mereka yang memiliki posisi
penting baik di pemerintahan maupun lembaga-lembaga Negara.
Media sosial dijadikan sarana untuk mencaci maki bahkan
mempropokasi orang lain, perilaku ini sangat berbahaya apalagi yang menyangkut
kelangsungan hidup bernegara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mungkin
kedepan sebelum terlalu kebablasan perlu ada kontrol untuk mengatur pemanfaatan
media sosial sebagai sarana komunikasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.
Penggunaan media sosial juga berdampak kepada hubungan
suami istri, karena dapat memicu kecemburuan antar pasangan jika salah satu
pasangan membangun hubungan yang tidak wajar. Banyak sekali kasus-kasus yang
kita lihat dimana dalam suatu rumah tangga hancur berantakan dan akhirnya
bercerai akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dan yang
menanggung resikonya adalah anak-anak yang tidak bersalah.
Beberapa aplikasi media sosial yang banyak digunakan di Indonesia
ü
YouTube
Berdasarkan data yang dihimpun dari We Are Social ,
sebanyak 88% pengguna internet di Indonesia mengunjungi YouTube untuk
mendapatkan informasi. Melalui YouTube, penggunanya memiliki kesempatan untuk
melihat, mengirim, dan berbagi video.
Ini artinya bahwa dari 150 juta pengguna media sosial di
indonesia, sekitar 132 juta orang sudah menggunakan YouTube. Dari segi
penyampaian informasi, YouTube menjadi channel yang sangat mudah diakses dan
dicerna karena outputnya berupa video.
ü
WhatsApp
WhatsApp atau yang biasa disebut dengan WA merupakan
media sosial chatting. Fungsi WhatsApp juga termasuk salah satu media sosial
yang penggunanya mencapai angka 83% dari seluruh pengguna internet di
Indonesia.
Selain digunakan untuk berkomunikasi tanpa pulsa,
WhatsApp memang sudah menawarkan fitur berbagi yang sangat praktis. Selain
menggantikan fungsi SMS untuk berkirim pesan, para pengguna WhatsApp juga sudah
bisa berbagi informasi dengan sangat cepat melalui fungsi media sosial ini.
ü
Instagram
Instagram menjadi media sosial yang digemari di
Indonesia. Media sosial yang populer digunakan dengan aplikasi berbasis iOS,
Android, dan Windows phone ini biasanya lebih populer di kalangan usia 18–35
tahun. Penggunanya untuk mengedit, memposting foto dan video ke halaman utama
dan menghubungkannya dengan jejaring sosial lain.
Seperti halnya Facebook, fitur Instagram juga cukup
masif dimanfaatkan oleh para pengguna media sosial. Sekitar 80% orang Indonesia
yang menggunakan media sosial Instagram atau sebanyak 150 juta pengguna aktif.
ü
Facebook
Berdasarkan data Internetworldstats, pengguna Facebook
di Indonesia mencapai 175,3 juta pada akhir Maret 2021. Berdasarkan jumlah
tersebut, tentu sayang untuk melewatkan kesempatan untuk mengambil perhatian
para penggunanya.
Fitur yang dikembangkan Facebook juga sudah semakin
beragam, mulai dari postingan pribadi hingga platform penjualan, Facebook
Marketplace. Biasanya, halaman Facebook Marketplace akan membantu meningkatkan
reliabilitas dari customer tanpa harus mengunjungi website. Dalam hal ini,
fiturnya bisa didapatkan dengan lebih murah dan efisien. Fitur belanja juga
sudah memudahkan mereka agar tidak perlu berpindah aplikasi.
ü
TikTok
TikTok merupakan layanan jejaring sosial yang relatif
baru. Namun, siapa yang kini tidak mengenal TikTok? Dari yang sebelumnya
dikenal sebagai Musical.ly, TikTok menjadi platform berbagi video pendek
(dengan durasi maksimal 3 menit) di antara penggunanya.
Sebenarnya, penggunaan TikTok lebih umum dipakai oleh
pengguna umum (personal). Tak terbatas dengan segmen yang umum, kini Anda juga
sudah banyak menemukan selebriti dan brand yang terjun ke TikTok.
Hal ini layak dipertaruhkan karena pengguna aktif TikTok
sudah mencapai lebih dari 500 juta orang. Demografi pengguna TikTok berada di
rentang usia 16–24 tahun. Jadi, brand dengan target audiens gen Z bisa
memanfaatkan TikTok untuk menjangkau audiens yang tepat.
Pengaruh media sosial
ü Suasana
Hati (Cemas,
Kesepian)
Suasana hati adalah suatu bentuk keadaan emosional.
Munculnya berbeda dari emosi karena cenderung tidak spesifik, tidak intens, dan
tidak selalu muncul oleh stimulus atau kejadian tertentu.
Timbulnya rasa cemas dan kesepian ini menurut saya,
dipengaruhi oleh pengguna yang menggunakan sosial media secara berlebihan,
seperti terlalu sering bermain sosial media, lalu ketika sehari tidak membuka
sosial media, rasa gelisah, cemas, bosan bahkan kesepian pun juga dirasa oleh
pengguna.
Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of
Preventive Medicine Amerika pada tahun lalu, mensurvei 7.000 orang yang berusia
19 sampai 32 tahun dan menemukan bahwa mereka yang menghabiskan lebih banyak
waktu di media sosial, memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami
keterkucilan sosial, yang meliputi rendahnya rasa sosial, kurang hubungan
dengan sesama dan menjalani hubungan dengan berarti.
Para peneliti menyebutkan, menghabiskan waktu lebih
banyak di media sosial dapat menggantikan interaksi tatap muka, tapi juga dapat
membuat orang merasa terasing. “Paparan
terhadap penggambaran yang sangat ideal tentang kehidupan rekan sebaya
memunculkan perasaan iri hati dan keyakinan yang keliru bahwa orang lain lebih
bahagia dan memiliki kehidupan yang lebih sukses, yang mungkin meningkatkan
perasaan keterkucilan sosial.”.
ü Pola
Tidur
Pola tidur adalah model, bentuk atau corak tidur dalam
jangka waktu yang relatif menetap dan meliputi jadwal jatuh (masuk) tidur dan
bangun, irama tidur, frekuensi tidur dalam sehari, mempertahankan kondisi
tidur, dan kepuasan tidur. Umumnya remaja menuju dewasa memiliki pola tidur 6-8
jam/hari, tetapi beberapa orang memiliki jam tidur yang tidak beraturan
dikarenakan seringnya menggunakan sosial media dengan jangka waktu yang lama.
Penggunaan sosial media dalam jangka waktu yang lama tidak selalu mengenai hal
yang merugikan, dan pastinya juga ada hal bagus yang kita dapat dari sosial
media.
Para peneliti kemudian membandingkan dan mempelajari
kebiasaan dan pola tidur dari kedua kategori pengguna tersebut dan menemukan
bahwa pengguna smartphone biasa akan menggemeretakkan gigi mereka di siang
hari. Sementara hanya enam persen pengguna ponsel halal yang melakukan hal
serupa.
Studi tersebut juga mengklaim bahwa survei itu bertujuan
merekomendasikan individu untuk membatasi penggunaan media sosial mereka.
Penggunaan media sosial yang berlebihan juga menyebabkan jadwal tidur yang
buruk, di mana 20 persen pengguna smartphone mengaku terbangun di malam hari
dari tidurnya kemungkinan besar karena ‘takut ketinggalan’.
Dulu
manusia menghabiskan waktu mereka di malam hari dalam kegelapan, namun kita
kita dikelilingi dengan pencahayaan buatan sepanjang siang dan malam hari. Para
peneliti telah menemukan bahwa cahaya buatan ini dapat menghambat produksi
hormon melatonin pada tubuh yang memudahkan untuk tidur. Dan cahaya biru, yang
dipancarkan layar telepon pintar dan laptop dianggap sebagai biang keladinya.
Dengan kata lain, jika Anda berbaring di atas bantal pada malam hari dengan mengecek
Facebook dan Twitter, tidur Anda akan gelisah.
ü Kepercayaan Diri
Pengertian kepercayaan
diri adalah suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri, sehingga
dalam melakukan tindakan tidak terlalu sering merasa cemas, merasa bebas untuk melakukan
hal-hal yang sesuai dengan keinginan, dan memiliki tanggung jawab atas
keputusan dan tindakan yang dilakukan.
Kepercayaan diri juga bisa diartikan sebagai suatu sikap
disertai penilaian atas kemampuan diri sendiri yang didasari dari pencapaian yang
telah berhasil dilakukan sehingga memiliki kemampuan lebih dalam menilai
kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Orang yang percaya diri mampu mendorong
dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi setiap harinya.
Sosial media dapat menarik perhatian orang banyak,
setiap hari remaja bisa menghabiskan
waktunya sibuk untuk menggunakan media sosial seperti instagram, facebook, whatsapp, line, telegram, youtube
dan sebagainya. Saat ini salah satu media sosial yang sedang popular yaitu
instagram. Followers yang banyak tersebut
dapat menunjukkan bahwa mereka telah populer yang membuat mereka semakin percaya diri untuk mengunggah video atau
foto.
Kepercayaan diri didalam lingkup sosial media tidak
hanya meliputi pengunggahan video maupun foto, tetapi caption, jumlah like,
jumlah comment dan jumlah orang yang melihat postingan kerap mempengaruhi
kepercayaan diri seseorang, terutama remaja.
Majalah perempuan dan penggunaan model dengan
berat badan rendah dan foto yang diedit sejak dulu disebut mengacau-balaukan
kepercayaan diri perempuan muda. Namun saat ini, media sosial dengan filter dan
pencahayaan serta sudut pengambilan gambar yang cerdas, menjadi perhatian para
aktivis.
Situs media sosial membuat separuh penggunanya
merasa tidak puas, menurut survei yang melibatkan 1.500 orang oleh sebuah badan
pendukung kaum disabilitas, Scope. Dan separuh dari orang berusia 18-34 tahun
mengatakan hal itu membuat mereka merasa tidak menarik.
Sebuah studi yang dilakukan pada 2016 lalu di
Penn State University menunjukkan bahwa melihat swafoto seseorang menurunkan
kepercayaan diri, karena para pengguna membandingkan diri mereka dengan foto
orang yang tampak paling bahagia. Para peneliti dari Universitas Strathclyde,
Universitas Ohio dan Universitas Iowa juga menemukan bahwa perempuan
membandingkan dirinya secara negatif terhadap swafoto perempuan lain.
Tetapi bukan hanya swafoto yang dapat menurunkan
kepercayaan diri. Sebuah studi pada 1.000 orang Swedia pengguna Facebook
menemukan bahwa perempuan yang menghabiskan waktu lebih banyak di Facebook
dilaporkan merasa kurang bahagia dan kurang percaya diri. Para peneliti
menyimpulkan: "Ketika pengguna Facebook membandingkan kehidupan mereka
dengan kehidupan orang lain yang tampak lebih sukses dalam karir dan memiliki
hubungan yang bahagia, mereka dapat merasa bahwa kehidupan mereka kurang sukses
dibandingkan dengan mereka."
ü Relationship
Hubungan atau
dalam bahasa Inggris Relationship adalah kesinambungan interaksi antara
dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain.
Hubungan terjadi dalam setiap proses kehidupan manusia. Hubungan dapat
dibedakan menjadi hubungan dengan teman sebaya, orang tua, keluarga, dan
lingkungan sosial. Secara garis besar, hubungan terbagi menjadi hubungan positif
dan negatif.
Hubungan positif
terjadi apabila kedua pihak yang berinteraksi merasa saling diuntungkan satu
sama lain dan ditandai dengan adanya timbal balik yang serasi. Sedangkan,
hubungan yang negatif terjadi apabila suatu pihak merasa sangat diuntungkan dan
pihak yang lain merasa dirugikan. Dalam hal ini, tidak ada keselarasan timbal
balik antara pihak yang berinteraksi. Lebih lanjut, hubungan dapat menentukan
tingkat kedekatan dan kenyamanan antara pihak yang berinteraksi. Semakin dekat
pihak-pihak tersebut, hubungan tersebut akan dibawa kepada tingkatan yang lebih
tinggi.
Jika kita bermain sosial media, mungkin kita akan
bertemu orang-orang dari semua lapisan masyarakat yang tidak akan mungkin
terjadi sebaliknya. Ini berarti kita juga memiliki akses ke lebih banyak ide
dan sumber daya daripada sebelumnya. kitajuga dapat menggunakan media sosial
untuk mendapatkan informasi terbaik untuk menyelesaikan masalah profesional.
Dikutip dari Times of India, meskipun dua aspek pertama
pasti positif dan berguna dalam kehidupan profesional, kita juga perlu
mewaspadai sisi negatif media sosial. Salah satu kesalahan terbesar yang dapat
dilakukan di sini adalah dengan salah mengira keintiman digital sebagai
keintiman sejati.
Kita cenderung merasa nyaman dengan koneksi online dan
mulai berpikir hubungan ini lebih intens dan berkomitmen daripada yang
sebenarnya. kita pada akhirnya berisiko membuka semuanya di depan orang-orang
yang belum pernah ditemui secara langsung.
ü Kecanduan
Kecanduan atau ketagihan adalah saat tubuh atau pikiran
kita dengan buruknya menginginkan atau memerlukan sesuatu agar bekerja dengan
baik. Kita disebut pecandu bila kita memiliki ketergantungan fisik dan
ketergantungan psikologis terhadap zat psikoaktif.
Kecanduan juga bisa dipandang sebagai keterlibatan
terus-menerus dengan sebuah zat atau aktivitas meskipun hal-hal tersebut
mengakibatkan konsekuensi negatif. Kenikmatan dan kepuasanlah yang pada awalnya
dicari, tetapi perlu keterlibatan selama beberapa waktu dengan zat atau
aktivitas itu agar seseorang merasa normal. Saat kecanduan sesuatu, seseorang bisa sakit jika mereka
tak mendapatkan sesuatu yang membuat mereka kecanduan, tetapi kelebihan sesuatu
itu bisa menyebabkan kesehatan mereka menurun.
Sesuatu yang berlebihan tidak baik, begitu pula dengan
penggunaan media sosial. Media sosial memang memberikan beragam manfaat untuk
kehidupan. Anda bisa berteman dengan banyak orang tanpa batasan jarak, sarana
hiburan, hingga menerima informasi secara realtime. Kecanduan media sosial
dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental Anda. Selain itu, kecanduan
sosial media juga berpotensi merusak hubungan dengan orang lain.
Bagi beberapa orang, tidak bermain media sosial dalam
waktu 24 jam saja bisa membuat hari mereka terasa hampa. Jika Anda juga
mengalaminya, kondisi tersebut dapat menjadi pertanda kecanduan media sosial.
Berikut sejumlah
kebiasaan atau perilaku yang menjadi tanda-tanda kecanduan media sosial:
Ø
Mulai memengaruhi
aktivitas, misalnya Anda lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan bermain
media sosial daripada menyelesaikan tugas sekolah atau pekerjaan
Ø
Melakukan aktivitas
lain diikuti dengan bermain media sosial, seperti makan, kumpul dengan keluarga
atau teman, hingga beribadah
Ø Merasa gelisah atau marah ketika tidak bisa menggunakan
media sosial, contohnya ketika medsos yang Anda mainkan tiba-tiba tidak bisa
diakses karena masalah pada jaringan atau sedang ada maintenance
Ø
Selalu memikirkan
soal media sosial meskipun sedang tidak menggunakannya dan menjadikannya hal
pertama yang dituju ketika memiliki kesempatan
Ø
Lebih berminat
untuk menghabiskan waktu di media sosial ketimbang bersosialisasi di dunia
nyata
Ø
Bermain media
sosial tidak kenal waktu bahkan sampai mengganggu jam istirahat
Ø
Khawatir mengenai
komentar atau jumlah like ketika mengunggah gambar, video, atau konten lainnya
di akun media sosial Anda
Ø
Orang lain seperti
keluarga, sahabat, atau pasangan mulai berkomentar bahwa Anda terlalu banyak
menghabiskan waktu di media sosial
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Suasana_hati
https://blog.myorbit.id/produktivitas/4-manfaat-dari-penggunaan-media-sosial
https://sulselprov.go.id/welcome/post/pengaruh-media-sosial-terhadap-perilaku-masyarakat
https://nabirekab.go.id/portal/ini-11-bukti-riset-pengaruh-media-sosial-anda-alami/
https://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan
https://id.wikipedia.org/wiki/Kecanduan
https://www.sehatq.com/artikel/tanda-tanda-kecanduan-media-sosial-dan-cara-mengatasinya-dengan-tepat
Komentar
Posting Komentar