Pengaruh iklan terhadap kesadaran merek dompet digital
Pengaruh iklan terhadap kesadaran merek dompet digital
Pada
era kemajuan teknologi saat ini, teknologi melaju dengan pesat dalam dunia industri
bisnis. Dimana pelaku bisnis perlu menyesuaikan keadaan yang terus berubah – ubah.
Di era ini pula persaingan antar industri semakin ketat, perlu strategi dan
taktik yang dibuat untuk memenangi persaingan tersebut. Perusahaan yang
menjalankan strategi dan taktik dengan tepat akan dapat menjadi penguasa pangsa
pasar disuatu sektor yang dijalankan Wicaksono, (2018). Salah satunya dalam
bidang pemasaran, dimana para pemasar perlu memantau setiap perubahan dan
perkembangan yang terjadi pada lingkungannya salah satunya yaitu dengan
melakukan strategi promosi. Promosi dilakukan untuk memberikan informasi
mengenai produk dan juga untuk menarik calon konsumen untuk menggunakan produk
yang kita miliki. Promosi salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan
promosi iklan. Iklan menjadi bagian yang tidak dapat ditinggalkan dalam dunia
pemasaran
Iklan
adalah pesan yang disampaikan ke publik dengan tujuan memengaruhi keputusan
khalayak, bisa untuk mengajak membeli suatu produk atau menggunakan jasa
tertentu.
Sementara
itu, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iklan adalah berita
pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan
jasa
Jenis
Iklan
Iklan dapat dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu iklan komersial dan iklan non-komersial.
1.
Iklan Komersial
Iklan
jenis ini bertujuan mempromosikan dengan maksud orang mau membeli atau
menggunakan jasa yang diiklankan.
2.
Iklan Non-Komersial
Iklan
ini ditujukan kepada khalayak untuk memberikan informasi, edukasi, imbauan, dan
sosialisasi program.
Sementara itu, berdasarkan
medianya, iklan dibagi menjadi iklan cetak dan iklan elektronik.
1.
Iklan Media Cetak
Iklan
ini dibuat dengan cara dicetak. Iklan jenis ini kerap ditemui di koran,
majalah, poster, baliho, stiker, dan sebagainya.
2.
Iklan Media Elektronik
Iklan
ini memanfaatkan media elektronik dalam promosinya, seperti televisi, radio,
atau media sosial.
Selain itu, iklan dapat
berbentuk iklan cetak, iklan baris, iklan kolom, dan iklan display.
Iklan Cetak
: Iklan ini dipasang dan dibuat dengan teknologi cetak, seperti baliho,
spanduk, surat kabar, dan sebagainya.
Iklan Baris
: Iklan ini biasa ditemukan di koran dengan hanya membuat beberapa kata atau
kalimat saja.
Iklan Kolom
: Iklan kolom memiliki lebar satu kolom dan cenderung lebih tinggi dari iklan
baris, seperti advertorial.
Iklan Display
: Iklan ini biasanya menampilkan promosi secara lebih luas dari iklan baris,
seperti iklan di radio dan televisi.
Pemilihan
Media dalam Iklan
Perencanaan
media adalah serangkaian kegiatan dalam
menyampaiakan pesan komunikasi/ promosi kepada calon pembeli atau
konsumen. Media dalam proses komunikasi
adalah alat di mana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan.
Media
dalam strategi komunikasi adalah salah satu unsur pokok yang menunjang keberhasilan komunikasi. Menentukan media
yang hendak digunakan adalah salah satu strategi yang wajib dilakukan untuk
dapat mengidentifikasi media apa yang paling efektif dan efisien untuk
digunakan.
Pentingnya
pemilihan dan perencanaan media komunikasi di antaranya adalah sebagai berikut:
·
Banyaknya media yang dapat digunakan
sebagai media komunikasi.
·
Setiap media memiliki sifat dan
karakteristik media .
·
Fragmentasi khalayak media yang terus
terjadi.
·
Adanya konsekuensi biaya komunikasi yang
harus dibayarkan .
·
Adanya perbedaan karakteristik audiens.
Lalu
apa Itu Dompet Digital?
Dompet
digital adalah aplikasi elektronik yang dapat digunakan untuk membayar
transaksi secara online. Tanpa kartu dan tanpa uang tunai, pengguna tinggal
membawa smartphone mereka. Selain menawarkan kemudahan, dompet digital juga
dinilai lebih aman karena dilindungi kata sandi yang hanya bisa diakses oleh
pengguna saja.
Dompet
Digital di Indonesia
Dari
tahun ke tahun, perkembangan aplikasi dompet digital di Indonesia menunjukkan
tren positif. Inilah beberapa aplikasi dompet digital terpopuler di Indonesia.
Ø Go-Pay
Dari
namanya saja sudah bisa ditebak bahwa Go-Pay adalah bagian dari Go-Jek. G-Jek
sendiri merupakan pionir transportasi online di Indonesia yang merambah dunia
fintech (Financial Technology) dengan meluncurkan Go-Pay. Aplikasi Go-Pay
sendiri terintegrasi dengan Go-Jek.
Pada
awal peluncurannya, Go-Pay hanya bisa dipakai untuk membayar biaya transportasi
Go-Jek saja. Setelah mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai penyelenggara
uang elektronik, layanan Go-Pay semakin meluas. Tidak hanya untuk pembayaran
transportasi saja, Go-Pay bisa digunakan untuk membayar layanan lain yang ada
dalam aplikasi Go-Jek.
Dalam
inovasi terbarunya, Go-Jek bekerja sama dengan banyak merchant sehingga
pengguna dapat melakukan pembayaran untuk transaksi di luar aplikasi.
Ø OVO
Sebelum
menjadi OVO, layanan dompet digital ini bernama Grab-Pay. OVO adalah layanan
dompet digital yang bekerja sama dengan Grab, salah satu platform transportasi
online populer di Indonesia. OVO menawarkan kemudahan, khususnya pada pengguna
layanan Grab untuk melakukan pembayaran non-tunai.
Untuk
menjaring lebih banyak pengguna, OVO memperluas jaringan dan kerja sama dengan
berbagai merchant ternama. OVO adalah salah satu layanan dompet digital yang
paling banyak digunakan. Kini OVO telah diterima sebagai metode pembayaran di
lebih dari 70 persen merchant di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia.
Ø DANA
Sebagai
pendatang baru, DANA berhasil mencuri perhatian pasar pengguna aplikasi dompet
digital di Indonesia. DANA merupakan bentukan Emtek Group dan Ant Finansial.
Sebagai aplikasi pembayaran non-tunai, DANA menyediakan banyak layanan pada
pengguna. Ada fitur pembelian pulsa, pembayaran tagihan (listrik, telepon, dan
PDAM), cicilan kartu kredit, dan masih banyak lagi. DANA juga menyediakan fitur
transfer saldo antar pengguna.
Sebagai
aplikasi baru, DANA menawarkan banyak promo seperti potongan harga hingga
cashback hingga 100 persen.
Ø LinkAja
Tidak
bisa dipungkiri, Go-Pay dan OVO adalah dua produk yang mendominasi pasar dompet
digital di Indonesia. Namun bukan berarti mereka tidak memiliki pesaing. Selain
DANA, yang terbaru adalah LinkAja. Menariknya, LinkAja adalah aplikasi besutan
pemerintah.
Sebagai
tahap awal, LinkAja bekerja sama dengan Telkomsel untuk menggantikan platform
dompet digital mereka sebelumnya yaitu T-Cash. T-Cash sendiri merupakan
aplikasi yang sangat populer, memiliki 30 juta pengguna dengan 20 juta
transaksi setiap harinya. Nama LinkAja baru diperkenalkan mulai 21 Februari
2019
Fitur
yang ditawarkan oleh LinkAja sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Go-Pay dan
OVO. Pengguna dapat melakukan transaksi seperti membayar tagihan listrik,
internet, air dan masih banyak lagi.
Bank
Indonesia menyebutkan transaksi nontunai mengalami peningkatan sebesar 24% pada
tahun 2018 lalu. Meskipun transaksi di pasar masih didominasi oleh cash (90%),
tetapi pertumbuhan transaksi nontunai tersebut dinilai baik oleh pihak
regulator.
Tren
positif tersebut disambut baik oleh pelaku industri untuk terus menggencarkan
penggunaan layanan digital melalui cara yang unik, mulai dari promosi hingga
kolaborasi dengan sektor lain. Contoh kerja sama tersebut, antara lain Go-Pay
dengan Alfamart, OVO dengan Tokopedia dan Grab, serta DANA dengan Ramayana.
Manfaat
iklan dan manfaat dompet digital secara umum yaitu
1. Kemudahan
Kemudahan
dalam transaksi menjadi kelebihan utama dompet digital. Dengan menggunakan
dompet digital, Anda tidak perlu lagi membawa dompet tebal penuh uang tunai,
kartu debit/kredit, atau mengantre untuk melakukan tarik tunai di ATM. Selain
itu, dompet digital juga lebih aman dan mudah dibawa saat bepergian.
Dalam
keadaan darurat, menggunakan dompet digital dapat memudahkan Anda. Misal,
ketika harus membayar belanjaan online tetapi tidak bisa membayar secara
langsung karena sedang berhalangan, Anda bisa gunakan layanan dompet digital,
seperti OneKlik milik BCA, OVO, dan sebagainya.
2. Promosi
Berbagai
promosi yang disajikan oleh layanan pembayaran digital akan menguntungkan
pengguna. Promosi seperti cashback atau diskon menjadi salah satu hal yang
menarik pengguna untuk menggunakan layanan tersebut.
Berdasarkan
riset JakPat terhadap 1.625 responden pada Oktober 2018 lalu, sebanyak 65%
responden menggunakan pembayaran digital ketika ada program promosi. Sementara,
responden lain akan memakai layanan pembayaran digital saat: tidak membawa uang
ataupun kartu kredit/debit (60,2%), hampir setiap waktu (42,7%), dan merasa transaksi
nontunai lebih baik daripada tunai (24,5%).
Penawaran
pada program seperti Pay Day dari Go-Pay dapat dirasakan oleh para pengguna
dompet digital. Adapula yang memberikan poin imbalan serta tambahan produk
gratis, seperti T-Cash. Hal itu dapat membantu meningkatkan arus kas Anda
secara marginal.
3. Terdapat
Histori Transaksi
Melansir
Economy Times, CEO Outlook Asia Capital Manoj Nangpal berpendapat, bila semua
transaksi dicatat maka Anda dapat mengulas pengeluaran secara berkala, minimal
satu hari sekali.
"Jika
semua transaksi dicatat, akan sangat mudah bagi orang untuk melacak pengeluaran
mereka. Ini juga akan membantu saat mengajukan pengembalian pajak penghasilan
dan jika dicermati, orang akan mudah menjelaskan pengeluaran mereka," kata
Manoj.
Hampir
semua layanan pembayaran digital menyajikan histori transaksi pada aplikasinya.
Mulai dari Go-Pay, OVO, T-Cash, dan lain sebagainya.
4. Disiplin
Anggaran
Histori
transaksi yang ada pada aplikasi dompet digital memudahkan Anda untuk mengatur
anggaran bulanan di bulan selanjutnya. Anda dapat menganalisis pengeluaran
dalam sebulan, kemudian menerapkan hasil analisis tersebut pada budgeting bulan
depan.
Penganggaran
mampu membuat disiplin dalam keuangan sebab Anda telah menentukan
batasan-batasan di setiap transaksi yang akan dilakukan.
5. Risiko
Lebih Rendah
Jika
dicuri, Anda dapat memblokir dompet digital melalui akun yang terhubung di
perangkat ponsel. Dengan begitu, uang dalam dompet digital tersebut kemungkinan
tidak bisa digunakan lagi.
Manoj
berujar, "Opsi keuangan digital menawarkan keamanan, apalagi jika di masa
depan mulai digunakan ID biometrik (sidik jari, pemindaian mata, dan
lain-lain), itu menjadi sangat sulit untuk disalin sehingga sangat aman."
Layanan
dompet digital di Indonesia pun disesuaikan dengan aturan dari regulator.
Sejalan dengan regulasi BI, sistem aplikasi penyedia pembayaran digital, Dana
terintegrasi dengan data milik Dukcapil untuk melakukan proses KYC. Melalui
data terintegrasi itu, registrasi Dana dapat dilakukan menggunakan KTP dan KK.
6. Keuntungan
Tersirat
Secara
tidak langsung, tidak memiliki uang tunai membuat Anda bisa menolak seseorang
yang ingin meminjam uang. Kelebihan lainnya, Anda dapat membayar jumlah yang
tepat tanpa khawatir tidak ada kembalian dari pemilik toko.
Pengaruhnya
Iklan
berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran merek dari dompet digital.
Yang artinya bahwa iklan memberi pengaruh yang positif terhadap kesadaran merek
produk. Maka dari itu iklan perlu memiliki kreativitas yang dapat memberi kesan
menarik para konsumen atau yang menyaksikan iklan tersebut. tentunya iklan yang
berjenis sama menimbulkan persaingan antara 1 merek dengan merek yang lainnya, tidak
hanya kreativitas, tetapi perlu dipikirkan seperti benefit yang diterima
masyarakat dengan menggunakan dompet digital.
DAFTAR
PUSTAKA
http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/FRKM/article/view/12396/8209
https://katadata.co.id/intan/berita/61dfca894d6d6/iklan-adalah-pengertian-jenis-dan-medianya
https://www.simulasikredit.com/apa-itu-dompet-digital-definisi-dompet-digital/
https://www.wartaekonomi.co.id/read211053/6-manfaat-dompet-digital-bagi-keuangan-anda
Komentar
Posting Komentar